Practical Problem Solving for Maintenance and Engineer : Penanganan Praktis Kerusakan Mesin
Senin, 9 April 2012, pukul 09:00 - 16:00 WIB
Harris Hotel, Tebet/Aryaduta Hotel, Semanggi, Jakarta
Bonus : Tas Eksklusif BMI dan Flashdisk
Training Description :
Practical Problem Solving yang ditujukan bagi kalangan maintenance dan engineering adalah pengupasan praktis tentang penanganan suatu masalah/kerusakan yang terjadi pada mesin industri. Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (:baca profit) tetapi mesin juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu sebagai pengambil uang(:baca rugi) jika tidak ada person yang handal sebagai pengelolanya.
Dalam training ini akan dikupas secara praktis bagaimana menangani problem yang terjadi pada suatu mesin dengan menggunakan QC 7 Tools sebagai alat untuk mereduksi kerusakan mesin.
Peserta training akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Tools sebagai tools untuk problem solving, dapat melakukan observasi secara benar terhadap suatu kerusakan, melakukan analisa kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin serta penanganannya.
Di akhir training, peserta juga akan diarahkan untuk dapat membuat suatu konsep program maintenance untuk tetap menjaga agar performance mesin tetap di level tinggi serta membuat laporan tentang performance suatu mesin.
Metode Pelatihan :
- Dialog Interaktif/Sharing
- Diskusi Grup
- Latihan di kelas & Case Study
Outline :
- Peserta training dapat menghitung efisiensi kerja mesin serta produktifitas unit mesin/line.
- Peserta training dapat menggunakan fungsi QC 7 Tools dalam “Problem Solving” mesin.
- Peserta training dapat melakukan observasi kerusakan mesin sehingga didapat akar permasalahan dari kerusakan yang terjadi.
- Peserta training dapat menguasai step-step “Problem Solving” dengan metode 4M (Man, Material, Method, Machine) terhadap kerusakan suatu mesin secara terstruktur, tepat dan benar serta menjamin kerusakan yang sama tidak akan terulang lagi.
- Peserta training dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Natural Deterioration” atau “Forced Deterioration”
- Peserta training dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan mesin
- Peserta training dapat membuat “Pareto Chart” sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara menyeluruh
- Peserta training dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin
- Peserta training dapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Quality of Product” di level yang tinggi
- Peserta training dapat membuat suatu program maintenance yang handal untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi
- Peserta training dapat membuat suatu grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi performance mesin agar tetap tinggi
- Peserta training dapat membuat suatu bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang performance dan efisiensi mesin
Who should attend ?
- Teknisi Maintenance/Engineering, Supervisor Maintenance/Engineering, Foreman Maintenance/Engineering, dan lain-lain.
Fee/Investasi : Rp 2.250.000,-- Rp 2.000.000,- (Early Bird) untuk pembayaran sebelum tanggal 2 April 2012
- Rp 2.150.000,-/orang untuk pendaftaran group 2 orang peserta
Include : Lunch, 2x Coffee Break, Modul & Certificate Of Accomplishment
Course Leader :
Indro Agung Handoko
Telah berkecimpung di dalam dunia industri lebih dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.
Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep Total Preventive Maintenance (TPM) dan Kaizen dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.
Master di bidang TPM dan Kaizen diperoleh dengan mendapatkan akreditasi International dengan mendapatkan Sertifikat TPM dan Kaizen sampai dengan level Intermediate dari Omron - Jepang.
Project-project yang telah berhasil dijalankan antara lain :
- 8 group Kaizen dalam rentang tahun 2001 – 2006. Kaizen mampu meningkatkan produktifitas rata-rata 30%.
- 25 group TPM dalam rentang tahun 2003 – 2006. TPM berhasil menurunkan Break Down Machine rata-rata 25%, bahkan ada yang mencapai 60%.
- Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC/SGA.
- Best Practice Competition yang diselenggarakan Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.
Perusahaan yang pernah ditangani antara lain :
PT. Keihin Indonesia, PT. Asian Isuzu Casting, PT. IDS Manufacturing Indonesia, PT. SGL, PT. Sumco Indonesia, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Mulia Cemerlang Dian Persada, PT. Mulia Inti Pelangi, PT. Tunas Ridean, PT. Nakakin Indonesia, PT. Smurfit Container Indonesia, PT. Freyabadi Indotama, dan masih banyak lagi.
Date : Selasa, 22 Mei 2012, pukul 09:00 - 16:00 WIB
Date : Kamis, 7 Juni 2012, pukul 09:00 - 16:00 WIB
Date : Jumat - Sabtu, 8 - 9 Juni 2012, pukul 09:00 - 16:00 WIB
Date : Rabu - Kamis, 20 - 21 Juni 2012, pukul 09:00 - 16:00 WIB
Date : Jumat - Sabtu, 22 - 23 Juni 2012, pukul 09:00 - 16:00 WIB